Terkadang  Kebutuhan manusia berbeda beda,ada yang memenuhi gaya hidupnya ada pula memang kepepet membayar hutang  ataupun untuk modal usaha sehingga kita memerlukan banyak uang biasanya ini yang dijadikan  alasan banyak orang  menjual mobilnya. Tapi , bagaimana jika kita ingin menjual mobil merupakan hak Anda sendiri ,entah itu punya alasan atau tidak,

Sebagian orang mungkin baru mendengar istilah take over atau cara over kredit mobil, motor ataupun Rumah. Namun tidak  jarang  orang melakukan take over kredit karena kegunaan mobil masih sangat dibutuhkan oleh pemilik untuk keperluan kerja  sehari-hari. apa boleh buat kalau kondisi memaksa, mau tidak mau take over kredit dilakukan sebagai solusi.adapula showroom jual beli mobil bekas di Jakarta, khusunya yang menawarkan jasa over kredit,sebagai perantara ke konsumen.

Pindah tangan kredit adalah pembeli akan mengambil alih sisa utang ataupun kredit dari pihak penjual,yang nantinya  pihak penjual tidak memiliki kewajiban lagi untuk membayar cicilan karena sudah dialihkan kepada pihak pembeli. Jangan lupa Pastikan Pembeli Tidak Masuk ke dalam Kategori Kredit Mace tidak mengalami permasalahan dalam pembayaran kredit. Anda harus waspada terkait dengan kemungkinan atau denda keterlambatan pembayaran atas tunggakan pembayaran sebelumnya.

Kalau  ternyata masih ada masalah, usahakan orang tersebut menyelesaikannya terlebih dahulu segala kewajiban yang menjadi tanggungannya. Apabila ada cicilan yang belum dibayar, mintalah untuk dibayar terlebih dahulu,Jika ada denda keterlambatan atas pembayaran cicilan, mintalah untuk membayar denda tersebut terlebih dahulu.

1. Pahami Ketentuan Take Over yang Benar

Ketika melakukan take over mobil, ada hal yang perlu diperhatikan terkait dengan ketentuan hukum yang berlaku. Cara melakukan take over kredit di bawah tangan atau tanpa melibatkan perusahaan leasing mobil.

Untuk orang awam mungkin baru tau sech, apa arti take over kredit , perpindahan alih kredit  yang dilakukan debitur dalam usahanya untuk mengalihkan kewajiban pembayaran kreditnya kepada pihak lain, tetapi tanpa sepengetahuan atau melibatkan perusahaan leasing. Hal ini tentu saja dikategorikan sebagai perbuatan yang melanggar hukum. Sebab mobil yang digunakan merupakan jaminan utang  pada leasing.

Mungkin tidak sedikit  masalah nantinya yang di sebabkan akibat take over kredit , perusahaan leasing bisa menggugat pihak pembeli pertama yang tercatat di leasing untuk memberikan ganti rugi.  take over kredit dengan aman dan sesuai prosedur yang berlaku.

2. Take Over Kredit Melalui Bank atau Leasing

Langkah tersebut mengantisipasi  bisa dilakukan dalam melakukan take over kredit adalah dengan  melalui bank resmi  atau pihak leasing. Maka prosesnya, kita harus  menghubungi pihak bank atau leasing untuk membahas maksud tertentu di dalam peraturan take over kredit. Biasanya pihak bank ataupun leasing akan melakukan survey dan analisis terlebih dahulu terhadap kemampuan keuangan (finansial ) pihak pembeli terkait kemampuan dalam pembayaran  sisa cicilan kredit mobil tersebut.

Apabila hasil survei menujukan  jauh dari yang harapan ,maka  pengajuan take over kredit sudah pasti akan ditolak.namun  Sebaliknya, apabila pembeli ternyata ketika di survei  memenuhi persyaratan, take over kredit bisa di sepakati  dengan sejumlah biaya dan ketentuan yang berlaku.

Adapun Biaya  take over kredit ini biasanya meliputi biaya pembayaran ahli notaris ataupun asuransi. Jika  disetujui akan  pembayaran biaya tersebut, debitur yang baru bisa menggantikan posisi penjual (debitur pertama). Lalu  langkah-langkah selanjutnya adalah  ditentukan pihak bank atau leasing.